dan ketika semua
terkesiap..
aku hanya bisa memandang sambil
terpaku..
dan kemudian menunduk malu..
merasakan betapa lemahnya diri
ini..
betapa bodohnya jiwa ini..
betapa angkuhnya hati ini..
perlahan - lahan..
tapi pasti..
rasa bersalah menggerogoti hati..
marah pada diri sendiri..
atas kebodohan dan keangkuhan yang
masih saja terulang hingga saat ini..
mau sampai kapan??
hanya introspeksi tanpa perubahan
berarti..
hanya maju selangkah setelah mundur tiga langkah..
bukankah memilukan??
sangat memilukan mungkin..
ketika sudah tidak ada lagi kemampuan lidah untuk berbicara..
apa yang akan kau jadikan saksi untuk membelamu nanti??
untuk membela di pengadilan
akhirat..
ketika lidah terkunci..
dan kata, sudah terhapuskan..
hanya tangan..
hanya kaki..
hanya bagian tubuh lain yang memiliki kesempatan..
bukankah menyedihkan, jika tangan ini
berkata hal apa saja yang dia lakukan..
tidak akan ada kesempatan untuk bohong..
silahkan saja kalau bisa..
karena kenyataannya tak akan bisa,
dan takkan ada kesempatan..
mungkin kita bisa menyesal..
tapi..
bukan nanti..
saat ini adalah saat yang paling tepat menyesalinya..
sebelum masa dimana sesal takkan
diterima..
sebelum masa dimana taubat
ditolak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar