Assalamu'alaikum
Sebuah cerita yang sangat menginspirasi datang dari sosok "Pejuang Pendidikan Bunimekar"
Tinggal disebuah desa di kabupaten Cianjur, entah desa apa namanya, tapi yang pasti ia tinggal di Kampung Jamuju, desa yang gelap gulita, tanpa listrik. Namanya Pak Edi, beliau lahir tahun 1973. Saat ini beliau adalah seorang Guru Honorer juga Petani. Kehidupan beliau jauh dari yang namanya "Berkecukupan". Oya mungkin terlintas dipikiran temen-temen tentang pendidikan beliau. Beliau hanya tamatan SD. Kenapa bisa jadi guru ?
Pak Edi sejak kecil bercita-cita menjadi seorang guru, beliau ingin mengajar dikampungnya, beliau ingin anak-anak dikampungnya mendapatkan pendidikan layak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau merantau ke Bandung, tanpa pikir panjang dan tanpa keahlian apa-apa, dan akhirnya beliau menjadi tukang bangunan selama beberapa tahun. Beliau kemudian kembali ke kampung dan menikah. Yang saya salutkan dari beliau adalah mimpinya untuk mencerdaskan anak bangsa terus berkobar. meski usia yang tak lagi kanak-kanak dan status pernikahan saat itu, tapi beliau tetap melanjutkan pendidikan dengan mengikuti program Paket B dan Paket C. sambil sekolah 3 kali seminggu, beliau tetap bertani dan menjadi tukang bangunan didesanya. menghidupi keluarga dan istrinya. beliau tak pernah malu untuk turut andil di kegiatan sekolah Bunimekar. Baik kegiatan dikecamatan maupun 17 agustus tiap tahunnya. Hal ini membuat semangat beliau semakin berkobar, keinginan beliau untuk menyandang gelar mulia sebagai seorang "GURU" semakin kuat. Setelah selesai ujian Paket C, beliau akhirnya menjadi guru Honorer di SDN Bunimekar. sosok Pejuang Tanpa Tanda Jasa benar-benar tertuliskan dalam setiap aktifitas beliau. Gaji yang sangat minim tak mematahkan semangat beliau untuk tetap mengabdi, mengabdi kepada Bangsa, mengabdi kepada Sang Pencipta.
Penantian berakhir sangat indah
Saat semua perjuangan terbayarkan
Saat semua peluh sirna
Saat mimpi yang hampir mustahil menjadi kenyataan
Entah berapa banyak pengorbanannya
Entah berapa lama penantiannya
Entah berapa sering doa itu dipanjatkan
Karna tak pernah lelah kaki itu melangkah
Tak pernah lelah tangan itu berusaha
Tak pernah lelah mulut itu berdoa
Dalam Sujud ditengah Gulita
Semua demi sebuah Cita-Cita. Harapan untuk bisa menjadi bagian dari Pejuang Pendidikan Bangsa. Karna beliau yakin bahwa anak-anak adalah harapan bangsa. Sungguh ujian itu tak berakhir sampai disana. Saat mimpi berada dalam genggaman, saat itu pula tantangan menanti di depan mata. SD Bunimekar terletak sekitar 1 kilometer dari rumah beliau. Dengan jumlah siswa 73 anak. Kondisi bangunan yang telah direlokasi sekitar satu tahun itu bisa dikatakan layak, tapi disana hanya ada 3 ruang kelas. Setiap ruangan dibagi untuk 2 kelas. tak ada fasilitas penunjang dalam belajar. Namun dengan segala keterbatasan tersebut bukanlah penghalang bagi pak edi dan guru yang lain. Bahkan lokasi sekolah yang harus ditempuh dengan perjalan sekitar 1 jam, dengan medan yang luar biasa berbahaya terutama saat musim penghujan, tak pernah menyurutkan semangat mereka untuk tetap ikhtiar dalam mencerdaskan anak bangsa.
Pejuang itu tak sendiri, beliau ditemani ke-empat rekannya diantaranya Pak Yadi, Bu Neng, Bu Narti, dan Bu Yanti. Yang jadi PNS hanya Pak Yadi, beliau mengajar dengan penuh keikhlasan, semua sebagai Bakti kepada Bangsa dan Negara. Beliau rela meninggalkan anak dan istrinya, meski saat awal penempatan di Bunimekar beliau juga sempat heran dengan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan. Namun dengan ketulusan hati beliau dan dedikasi tinggi untuk pendidikan anak bangsa, pak yadi turut membantu perjuangan Pak Edi. Begitu pula dengan rekan-rekan lainnya, hanya keikhlasan dan niat untuk ibadah yang dapat membakar semangat beliau saat lelah menyerang, saat rasa putus asa menjajah semangat juang itu, dan apapun yang terjadi pengabdian dan perjuangan mereka untuk memberikan pendidikan yang layak akan terus terpatrih dalam jiwanya.
Hanya doa yang bisa saya panjatkan
Semoga perjuangan beliau senantiasa mendapat ridho Allah swt.
Semoga semangat juang itu tetap menyala dalam hati dan jiwa beliau
Semoga suatu saat nanti mimpi memberikan pendidikan dan fasilitas layak untuk adik-adik Bunimekar dijabah oleh-Nya
Dan semoga suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali
Tetaplah berjuang dengan keikhlasan
Tetaplah mengajar dengan semangat pengabdian
Sungguh satu kebanggaan bisa bertemu dan belajar banyak hal darimu para pejuang pendidikan Bunimekar.
![]() |
| Before |
![]() |
| After |
Tulisan ini mungkin tidak bisa mewakili rasa syukur saya kepada Allah SWT atas kesempatan untuk bertemu dan belajar dalam perjalanan kemaren. Tidak bisa mewakili rasa bangga saya terhadap para pejuang pendidikan di Bunimekar. Tidak bisa pula mewakili rasa terima kasih saya kepada kakak-kakak dan teman-teman di Cakrawala Baca atas pengalaman yang luar biasa kemaren.
![]() | |||||||||||||||||||
| permainan favorit ketika SD dulu ^_^ |
Akhir kata Wassalamualaikum Wr.Wb.
With Love
Andi Fitra Dewi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar